Saturday, January 1, 2011

Penculikan via Facebook


Siapa yang tidak kenal dengan Facebook, social networking atau situs pertemanan yang satu ini. Situs pertemanan hasil besutan seorang mahasiwa Universitas Harvard Amerika , Mark Zuercgberg ini telah meraih hati para penggunanya di seluruh penjuru dunia bahkan di Indonesia khususnya. Facebook yang sekarang di Indonesia menjadi trend baru didunia internet, baik itu orang tua, remaja maupun anak-anak. Hampir semua kalangan mengenal facebook. Dari Para pekerja kantoran, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, pedagang, bahkan sampai anak-anak dibawah umur pun tahu dan mempunyai account di facebook.

Situs Pertemanan ini menawarkan beberapa jenis fasilitas, mulai dari chating, berikirim komentar, berbagi foto, video, catatan bahkan tautan anda. Mungkin dari sekian banyak fitur maupun fasilitas beserta layanan-layanannya tersebut Facebook menaruh harap besar bahwa facebook bisa terus bertengger di jajaran situs pertemanan di dunia maya.

Seiring dengan kepopulerannya facebook ternyata juga menuai pro dan kontra. Bahkan akhir-akhir ini tersiar kabar bahwa facebook dijadikan sarana untuk melancarkan aksi penculikan beberapa remaja.

Banyaknya pemberitaan tentang kasus penculikan via facebook beberapa waktu lalu membuat sebagian orang terusik. Termasuk saya, karena saya sendiri salah satu pengguna facebook. Ketika pertama kali saya mendengar kabar tersebut cukup mengejutkan juga, kok bisa ya facebook dijadikan sarana penculikan pertanyaan itu spontan timbul dalam hati saya.

Salah satu yang paling heboh terdengar adalah kasus menghilangnya Marietta Nova Triani alias Nova gadis remaja berusia 14 tahun. seperti yang saya kutip dari okezone.com, Nova gadis yang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur ini menghilang hampir tiga hari ketika berkunjung ke rumah pamannya di Perumahan Alamanda, Bumi Serpong Damai(BSD) Tangerang, Banten. Nova diduga telah dibawa lari kenalannya di situs jejaring sosial Facebook bernama Ari. Kuat dugaan, dalam pelarian ini, Ari telah mencabuli Nova.

Kasus Nova adalah salah satu dari sekian banyak kasus penculikan via facebook yang terjadi di Indonesia. Maaf, disini saya tidak dapat menyebutkanya satu persatu.
Jika kita memikirkan tentang kasus ini, mungkin bakal muncul banyak pertanyaan. Mungkinkah ini salah satu sindikit perdangan manusia? Bisa jadi kan hal ini dijadikan unutk mencari korbanya.

Namun disisi lain juga saya melihat dari si korban itu sendiri. Kebayakan korban adalah ABG yang dikenal masih labil. Mereka menunjukan pola yang ingin eksis di dunia maya. Lihat saja, foto-foto mereka yang imut-imut dipampang di facebook meraka. Apa lagi tak sedikit dari mereka yang mau diajak ketemu oleh temannya. Hal ini salah satu yang mendorong sipelaku tergiur untuk melancarkan aksinya.
Dari masalah penculikan via facebook ini muncul paradigma baru paradigma baru akan hubungannya kasus ini dengan Facebook itu sendiri. Sekarang mulai banyak orang menyalahkan situs pertemanan itu. Banyak yang beranggapan bahwa facebook merupakan sarana yang tidak baik dan banyak memeliki kesan negatif.

Menurut saya hal ini sangatlah tidak benar. Tidak begitu caraya kita menanggapi masalah ini. Jika kita menggunakannya dengan positif akan menghasilkan hal yang positif pula. Ada beberapa benteng yang dapat menangkal bahaya Facebook. Pertama, keluarga, kedua lingkungan sosial, dan ketiga negara. Dalam keluarga, seorang ibu memegang peranan penting.

Facebook adalah salah satu media komunikasi yang memberikan banyak manfaat Namun sebenarnya tidak hanya facebook saja, masih banyak lagi sarana media lain di dunia maya yang ada. Ya ini lah berkembangnya teknologi informasi, kita harus pandai-pandai menyikapinya. Jangan sampai kita terbawa arus.

Sekian tulisan saya kali ini tentang masalah penculikan via situs pertemanan facebook. Segala komentar dan tanggapannya saya serahkan kepada pembaca.
Terima Kasih :D

0 comments:

Post a Comment